Sabtu, 27 Juli 2013

Cara Beternak Belut di Kolam Terpal


Beternak Belut di kolam terpal dan terpal. Beternak atau budidaya Belut di kolam terpal saat ini mulai digemari seiring dengan banyaknya permintaan akan Belut ketersediaan Belut dipasar dari hasil penangkapan secara alami semakin sedikit. Beternak Belut di kolam terpal sebenarnya tidak begitu susah karena Belut di kolam terpal sebenarnya mudah.

Perlu diingat bahwa Belut di kolam terpal akan cepat besar jika medianya cocok sehingga dalam budidaya Belut di kolam terpal dalam kolam dan terpal media harus menjadi perhatian yang utama . Media yang baik untuk beternak Belut di kolam terpal adalah lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena Belut di kolam terpal tetap memerlukan air maka dalam beternak Belut di kolam terpal ini sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondik sebagai tempat bersembunyi Belut di kolam terpal. Eceng gondik harus menutupi sebagian besar kolam.

Bibit Belut di kolam terpal yang ingin diternakkan tersebut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan tambahan untuk ternak Belut di kolam terpal nantinya secara alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit Belut di kolam terpal yang akan diternakkan dimasukkan.

Sifat kanibalisme dalam beternak Belut yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan dalam budidaya Belut di kolam terpal tersebut tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan Belut di kolam terpal tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat Belut di kolam terpal berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.

Pakan yang diberikan agar budidaya Belut di kolam terpal haruslah segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya Belut di kolam terpal bersembunyi,

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan Belut di kolam terpal yang dibudidayakan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan Belut di kolam terpal segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. disisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Hama utama dalam budidaya Belut di kolam terpal adalah kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendingkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali.

Perlu diingat selain pakan, yang perlu diperhatikan dalam budidaya Belut di kolam terpal adalah kualitas air. Bibit Belut di kolam terpal menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut di kolam terpal yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.
Suhu air optimal untuk beternak Belut di kolam terpal perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.

cara membuat kolam terpal belut hanya sekedar memasang terpalnya saja?, tentu tidak! Karna ada beberapa cara agar kolam terpal belut yang dibuat selain berfungsi dengan baik juga tahan lama dan tidak bocor. Adapun fungsi penggunaan kolam terpal belut beragam, namun pada umunya banyak digunakan untuk budidaya ikan lele sangkuriang atau ikan lele dumbo, tapi ada juga yang menggunakan untuk beternak ikan hias, ikan nila dan lain sebagainya yang mampu hidup dalam kolam terpal belut.

Sebelum menjelaskan membuat kolam terpal belut ada beberapa pengetahun dan tips membuat kolam terpal belut dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama : 

                                                        Ukuran :
Membuat kolam terpal ikan lele ada beberpa jenis ukuran yang bisa dipilih, yaitu ukuran (P x L x T) 4 x 5 x 1, 2 x 3 x 1, 4 x 8 x 1, 5 x 2 x 1,5 m tapi semuanya tetap tergantung selera dan ukuran luas lahan kolam terpal belut yang akan dibuat. 
                                                       Rangka : 
Rangka kolam terpal belut bermacam macam tergantung budget kolam atau jenis kolam yang akan dibuat. Ada yang menggunakan bambu, kayu glugu (batang pohon kelapa), rangka batako yang disusun sebagai penyangga terpal kolam dan rangka baja yang dilas atau diberi baut. Tapi untuk membuat kolam terpal belut lele maupun ikan hias yang dibenamkan dalam tanah maka tidak perlu menggunakan penyangga karna langsung disandarkan di dinding lubang tanah. 
                                                         Jenis : 
Dalam membuat kolam terpal belut secara umum ada 2 jenis yaitu, kolam terpal yang menggunakan rangka yang posisinya berada di atas permukaan tanah dan kolam terpal yang dibenamkan dalam tanah yang sebelumnya dibuat lubang. 

                               Bahan-Bahan dan Alat Membuat Kolam terpal belut 
                                             Lokasi kolam yang terbuka 
Rangka kolam (untuk kolam terpal belut dipermukaan) berupa kayu, bamboo, atau baja. 
Pengikat rangka kolam terpal berupa , tali, paku atau baut. Tapi khusus untuk kolam terpal belut yang disangga dengan batu batako maka cukup disusun seperti menyusun batu merah untuk rumah dengna cara selang seling pada sisinya. 
Terpal kolam ikan yang ukurannya disesuaikan dengan luas kolam 
Tali untuk mengikat ujung terpal agar tidak turun ke dalam kolam ikan. Untuk yang tahan lama sebaiknya menggunakan tali nilon atau tambang plastic, jangan tali rapia. 
Pipa lubang pembuangan pada pojok bawah terpal yang bisa dibuat dari potongan pipa atau dibeli langsung di toko bangunan. 
Sekam atau gabah yang telah dibakar. Ini khusus yang membuat kolam terpal belut gurami. Caranya ditaruh dibawah alas kolam terpal (bukan di dasar kolam) yang berguna menjaga suhu air pada kolam di malam hari. 

                              Langkah-Langkah Cara Membuat Kolam terpal belut 
cara membuat kolam terpal belut rangka baja
Tempat untuk Membuat Kolam terpal belut. Dalam membuat kolam terpal belut baik yang dibenamkan atau yang di atas permukaan tanah, sebaiknya pada tanah tempat meletakkan kolam terpal dibuat cerukan kecil ditengahnya, memanjang atau bulat. Selain sebagai tempat mengalirkan air pada saat dikuras juga sebagai tempat berkumpulnya kotoran atau sisa makanan ikan, sehingga mudah dibersihkan. Lihat gambar contoh ceruk kolam terpal belut di samping ; 
Rangka untuk Membuat Kolam terpal belut. Rangka yang digunakan jenisnya tentu sudah dipilih, jadi tinggal menyatukan saja sehingga membentuk seperti rangka kubus. Antar penggunaan paku dan tali untuk mengikat bagian-bagian rangka kolam terpal maka saya menyarankan menggunakan tali saja untuk menghindari sebeknya terpal karna tertusuk paku yang bisa menyebabkan kerugian. Sedangkan untuk rangka yang menggunakan baja sebaiknya jalan masuk baut dari dalam ke luar jangan sebaliknya karna akan mengakibatkan terpal kolam ikan bocor. Dan kalau pun dibuat sebaliknya dari luar ke dalam, maka sebaiknya panjang baut harus pas. Dan khusus untuk jenis kolam terpal belut yang dibenamkan yang tidak menggunakan rangka, maka sebaiknya memeriksa dinding kolam jangan sampai ada benda tajam yang tertanam di tanah yang bisa menyebabkan kolam bocor.
Terpal dalam Membuat Kolam terpal belut. Pilihlah terpal yang berkualitas yaitu terpal kolam yang tebal dan tahan lama. Anda bisa mencarinya di pasar-pasar tradisional. Adapun cara-cara    
                                                       
                                           pemasangan terpal kolam adalah :

cara membuat kolam terpal belut tebal
Jangan lupa bersihkan terlebih dahulu terpal yang baru dibeli secara berulang-ulang agar zat kimianya hilang tapi tanpa menggunakan sabun sama sekali. 
Pada saat memasang terpal kolam tentu ada kelebihan di bagian sudutnya, caranya cukup dengan dilipat keluar mengikuti bentuk rangka, ingat jangan dilipat kedalam karna akan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. 
Ikat setiap sisi kolam terpal dengan menggunakan tali nilon yang lebih kuat agar tidak melorot.
Cara mengikatnya sebaiknya diikat mati saja untuk menghindari ikatan kolam terlepas. 
Jangan lupa pada saat pengisian air, posisi dan kerapian terpal terus diawasi agar tidak bergeser atau mungkin ada yang belum rapi bisa dirapikan lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar